Search disini...................

Custom Search
BILA SUKA BLOG INI MOHON DIKLIK LIKE IYA..TRIMS

Aug 16, 2012

Perangkat apa yang dapat digunakan untuk menjaga stabilitas sistim keuangan

Dalam menjaga stabilitas sistim keuangan, bank sentral harus melakukan assessment atas kerentanan dan mengeluarkan regulasi apabila diperlukan agar dampak negativenya dapat dihindari serta risiko sistemiknya dapat diminimalisir.

Assessment atas kerentanan terhadap lembaga keguangan, pasar keuangan dan infrastrukturnya merupakan keharusan agar dapat menangkap simpul kerawanan dan melakukan mitigasi lebih dini sebelum permasalahan terjadi. Pertanyaanya yang sering muncul, bagaimana kita melakukannya dan kebijakan apa yang bisa
dilakukan agar stabilitas sistim keuangan tetap terjaga.

Bank sentral merupakan otoritas yang mempunyai banyak perangkat kebijakan untuk menjaga stabilitas
sistim keuangan.
Pertama‐tama peran lender of last resort dapat diterapkan pada saat terjadi permasalahan likuiditas perbankan untuk mencegah terjadinya krisis yang bersifat sistemik;
Kedua, bank sentral juga dapat melakukan operasi monetar dalam bentuk intervensi di pasar valas maupun pasar likuiditas;
Ketiga, secara lebih dini bank sentral juga dapat mengatur laju pertumbuhan kredit;
Keempat, dalam hal pengawasan microprudential berada di bank sentral, maka pengawasan micro dapat secara mudah disinkronisasikan dengan kebijakan macroprudential.

Harmonisasi langkah pencegahan terhdap krisis ini sangat panting dilakukan dalam kondisi masih normal. Dengan demikian regulasi‐regulasi yang bersifat macro prudential untuk mencegah adanya sistemik risk dapat dikeluarkan oleh bank

sentral untuk melaksanakantugasnya yang menyangkut kebijakan untuk menjaga stabilitas sistim keuangan. Dalam hal pengawasan bank berada di bank sentral, maka regulasi yang bersifat microprudential juga dapat dikeluarkan oleh bank sentral secara simultan dan harmonis.

Peraturan kehati‐hatian diharapkan akan dapat menurunkan risiko kepada level dimana bank mampu untuk menyerap dan juga untuk meningkatkan ketahanan lembaga keuangan. Salah satu motive penerapan risk mangement dan Basel II diharapkan untuk meningkatkan efisiensi industri perbankan serta ketahanan
industri perbankan agar mempunyai permodalan yang sesuai dengan risiko yang dihadapi.

Peraturan kehati‐hatian juga dapat dipakai oleh otoritas untuk memperlambat pertumbuhan yang terlalu cepat sehingga risikonya mudah dikendalikan oleh bank. Buffer modal yang bervariasi juga dapat diterapkan untuk
mengantisipasi terjadi siklus boom dan burst akan meningkatkan ketahanan perbankan dalam menghadapi shocks.

Namun demikian methodelogi menentukan permodalan yang counter cyclical ini secara tehnik sangat bervariasi dan mengandung banyak kelemahan, dengan kemungkinan terjadi overstated tingkat modalnya.

Artikel Terkait Lainnya Seputar:



Post a Comment

Find your broker

Perhatian : semuatentang-forex : tidak ada Hubungan dan Bertanggung jawab atas Iklan dibawah ini

Recent Post

Follow by Email